Sabtu, 15 September 2018

Web Server


1. Web Server
Pengertian Web Server 
Server atau Web server adalah sebuah software yang memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien yang dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web browser (Mozilla Firefox, Google Chrome) dan untuk mengirimkan kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web dan pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML.
Fungsi Server atau Web Server
Fungsi utama Server atau Web server adalah untuk melakukan atau akan mentransfer berkas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan sedemikian rupa. halaman web yang diminta terdiri dari berkas teks, video, gambar, file dan banyak lagi. pemanfaatan web server berfungsi untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web termasuk yang di dalam berupa teks, video, gambar dan banyak lagi.
Salah satu contoh dari Web Server adalah Apache. Apache (Apache Web Server – The HTTP Web Server) merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di Internet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya.
Beberapa dukungan Apache :
  • Kontrol Akses
    Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP CGI (Common Gateway Interface) Yang paling terkenal untuk digunakan adalah perl (Practical Extraction and Report Language), didukung oleh Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod_perl)
  • PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor)
    Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu modulnya (mod_php). Hal ini membuat kinerja PHP menjadi lebih baik
  • SSI (Server Side Includes)
Web server Apache mempunyai kelebihan dari beberapa pertimbangan di atas :
  1. Apache termasuk dalam kategori freeware.
  2. Apache mudah sekali proses instalasinya.
  3. Mampu beroperasi pada berbagai platform sistem operasi.
  4. Mudah mengatur konfigurasinya. Apache mempunyai hanya empat file konfigurasi.
  5. Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web servernya
Untuk contoh lain dari Web Server.
  • Apache Tomcat
  • Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
  • Lighttpd
  • Sun Java System Web Server
  • Xitami Web Server
  • Zeus Web Server
https://www.google.co.id/amp/s/idcloudhost.com/pengertian-web-server-dan-fungsinya/amp/

2. Prinsip dan Cara Kerja Web Server
Lalu bagaimana prinsip web server itu sendiri? Cukup sederhana untuk dipahami, karena pada dasarnya tugas web server hanya ada 2 (dua), yaitu:

1. Menerima permintaan (request) dari client, dan
2. Mengirimkan apa yang diminta oleh client (response).
Prinsip kerja program web server adalah memberikan informasi yang diminta oleh komputer client dan melayani setiap permintaan yang datang dari manapun. Informasi akan dikirimkan oleh komputer server lalu akan diterima dan dibaca oleh komputer client melalui program browser. Urutan kerja web server adalah sbb :
- Komputer client mengetikan alamat komputer server missal, www.movingcel.com dari 
program browser, 
- Komputer server www.movingcel.com akan memberikan informasi berupa halaman utama 
atau index.html yang akan dibaca dari komputer client.
- Komputer client memilih informasi yang diinginkan dengan menekan tombol link, 
misalnya pilihan harga, sehingga server akan memberikan tampilaninformasi yang 
diminta client
- Komputer Server kemudian mengirimkan informasi yang di inginkan oleh client 
sehingga muncul dan dibaca di komputer client. Informasinya berupa daftar harga 
untuk tiap jenis voucer dan nominalnya.

izzmail.blogspot.com/2009/10/prinsip-dan-cara-kerja-web-server.html?m=1

3. Contoh Aplikasi Web Server
  1. XAMP
  2. Apache HTTP Server
  3. IIS (Internet Information Services)
  4. Wamp Server
  5. AMPPS
https://ziozioo.wordpress.com/tag/contoh-aplikasi-web-server/

4. Apache

Pengertian Apache

kelebihan dan kekurangan apacheBagi Anda yang telah berkecimpung di dunia web development, pastinya juga mengetahui istilah Apache. Sebab, Apache adalah salah satu jenis web server yang dapat dijalankan di berbagai sistem operasi, seperti Microsoft Windows, Linux, Unix, Novell Netware serta platform lainnya yang digunakan untuk melayani dan melakukan pengaturan fasilitas web menggunakan sebuah protokol yang dikenal dengan HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Nama Apache sendiri dipilih sebagai penghormatan terhadap suku Indian Apache yang menggunakan keterampilan dan strategis yang luar biasa dalam peperangan.
Pada awalnya, Apache merupakan software open source yang hanya digunakan sebagai alternatif web server Netscape. Namun, sejak April 1996, Apache menjadi web server yang populer. Hingga pada Mei 1999, Apache mulai banyak digunakan di berbagai web server dunia.
Kini, Apache menjadi salah satu software yang bersifat open source (terbuka), yaitu bahwa Apache didukung oleh para pengembang di seluruh dunia yang membuat Apache menjadi lebih terawat dan terus diperbarui secara teratur dengan fitur dan fungsionalitas baru untuk meningkatkan kualitas dalam pengiriman layanan HTTP.

Fungsi Apache

fungsi apache
Apache memiliki fungsi yang sama dengan fungsi web server pada umumnya, yaitu memperoleh berkas yang berisi permintaan (request) client melalui web browser, kemudian Apache akan memproses data tersebut dengan menghasilkan keluaran (output) yang diinginkan oleh client. Output didapat berdasarkan data yang tersimpan dalam database website tersebut.
Saat ini, Apache telah banyak digunakan diberbagai server dunia. Server Apache memungkinkan client untuk menjalankan berbagai skrip dan aplikasi didalamnya. Dengan begitu, setiap web yang dihosting ke server Apache menjadi dinamis, konten didukung oleh standar HTTP saat ini. Selain itu, Apache juga dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, seperti adanya pesan kesalahan yang dapat dikonfigurasi, autentikasi pengguna, didukung oleh GUI (Graphical User Interface) sehingga dengan mudah dalam menangani server.
https://www.google.co.id/amp/s/www.nesabamedia.com/pengertian-apache/amp/
5. Nginx
nginxNginx (dibaca engine x) merupakan salah satu web server open source selain apache. Walaupun sebetulnya apache sudah begitu populer, terdapat satu kekurangannya, yaitu tak dapat menangani kebutuhan web server dengan traffic yang tinggi. Nginx kemudian tercipta untuk menjadi sebuah solusi yang lebih mengedepankan performa, kemudahan, dan kecepatan. Nginx sendiri memiliki beberapa kelebihan, di antaranya :
  1. Arsitektur Event-Based. Berbeda dengan Apache yang menggunakan process based, nginx menggunakan arsitektur event-based sehingga mampu meminimilkan thread untuk memproses sebuah permintaan dari klien, yang artinya memori yang terpakai juga menjadi lebih kecil. Server ringan dan sangat responsif.
  2. Performa Luar Biasa. Semakin banyak thread digunakan, maka semakin banyak memori yang diperlukan. Dalam hal ini, nginx telah didesain untuk menangani hingga sepuluh juta permintaan klien tiap harinya, atau beberapa ratus permintaan per detik.
  3. Fitur Mantap. Jika apache seperti toko serba ada yang menyediakan produk dengan lengkap, nginx hanya menyediakan fitur-fitur yang kebanyakan orang cari, seperti static file servingvirtual hostsreverse proxyingaccess controlURL rewriting, dsb.
https://www.google.co.id/amp/s/www.nesabamedia.com/pengertian-web-server/amp/

6. Konfigurasi HTTP dan HTTPS Pada Linux Debian 7

HTTP adalah protokol yang digunakan oleh web server. Semua data yang dikirim menggunakan protokol tersebut tidak terenkripsi (PLAIN Text biasa). Oleh karena itu, perlu kita tambahkan protokol tambahan yang bernama SSL atau TLS. Protokol tersebut berfungsi menambal protokol HTTP, agar menjadi secure (HTTPS). OpenSSL merupakan kepangjangan dari Secure Socket Layer. Terlebih dahulu, pastikan bahwa aplikasi apache2 untuk web server sudah terinstall, jika belum ada, maka install dahulu. Lalu anda harus mengistall paket “ssl-cert” dan “openssl” biasanya paket tersebut sudah ikut terinstall bersaamaan dengan paket apache2. 

Berikut langkahnya :

 1. Pertama anda silahkan men-generate dengan perintah #nssl req -new -x509 -days 365 -nodes -out /etc/apache2/apache2.pem -keyout /etc/apache2/apache2.pem 
 2. Lalu isi identitas server anda seperti gambar di bawah ini.


3. lalu anda harus meng-enable mode ssl dengan perintah #a2enmod ssl


4. Lalu restart apache dengan cara #servica apache2 restart


5. Edit file “/etc/apache2/ports.conf” dengan perintah #nano /etc/apache2.ports.conf


6. Edit file default apache2 dengan perintah #nano /etc/apache2/sites-available/defaulttambahkan beberapa baris konfigurasi pada bagian paling bawah seperti gambar berikut.


7. Lalu anda coba buka di browser client dengan ip ataupun domain yaitu dengan alamat https://192.168.23.2 , https://krisma.edu , seperti gambar dibawah
8. Lalu anda pilih I Understand The Risks


9. Pilih Get certificate kemudian Confirm security exception


10. Jika konfigurasi anda berhasil maka akan muncul gambar seperti ini.


11. Selesai.

galihprakoso1933.blogspot.com/2015/04/langkah-langkah-konfigurasi-securing.html?m=1

Untuk lebih jelas, mari simak videonya
https://youtu.be/Hon_Hk5r6eg

7. Instalasi Konfigurasi PHP Module
1. Pastikan Komputer Bersih Dari Duplikasi PHP.INI
Apabila komputer pernah diinstal PHP sebelumnya, lakukan pembersihan komputer dari sisa-sisa file konfigurasi PHP.INI (atau paling tidak diganti namanya). Biasanya PHP.INI diletakkan disuatu tempat yang bisa dicari oleh Apache:
(1) Lokasinya harus dideklarasi dengan direktif PHPiniDir di HTTPD.CONF
(2) Lokasinya di configuration file path dengan default C:\Windows (not recommended)
2. Mendownload File-File PHP (Zip File)
Download sebaiknya dilakukan dari website lama yang menyediakan pasangan versi Apache-PHP yang sudah teruji dan kompatibel (misal http://www.anindya.com). Versi Apache-PHP sebaiknya disesuaikan dengan yang digunakan oleh web host (biasanya versi lama; web host yang akan saya gunakan menggunakan Apache 2.2 dan PHP 5.2).
Disini saya tidak melakukan hal itu karena saya menyukai belajar dari hal-hal yang baru, dan saya menganggap permasalahan yang mungkin timbul tidak akan sulit dipecahkan. Selain itu, yang kita lakukan disini adalah menyiapkan “development environment”, bukan “production environment”.
Sebelumnya saya sudah mendownload XAMPP 1.8.3 (yang berisi PHP 5.5.9 VC11) dan sudah running well di komputer saya. Saya bisa menggunakan/mengkopi versi PHP ini untuk Apache 2.4.9 VC11, tetapi saya mencoba mendownload PHP versi terbaru (5.5.11 VC11) dalam betuk zip file (PHP5.5.11-ts-Win32-VC11-x86.zip)
Dari versi PHP terbaru itu saya menemukan bahwa module utama justru hilang (php5ts.dll dan php5apache2_4.dll). Nah!
Untuk menghemat waktu (slow internet) solusi yang saya ambil adalah menggunakan library php versi 5.5.9 dari XAMPP (php5ts.dll dan php5apache2_4.dll) sedangkan file lainnya tetap yang saya dapat ketika mendownload php versi 5.5.11.
3. Ekstraksi File-File PHP
File zip yang kita download (misal PHP5.5.11-ts-Win32-VC11-x86.zip) kita extract ke folder D:\web_programs\php. Berikut sebagian file yang penting:
D:\web_programs\php\php.exe
D:\web_programs\php\php.ini-development (atau php.ini-production atau php-recommended.ini)
D:\web_programs\php\php5ts.dll
D:\web_programs\php\php5apache2_4.dll
 4. Mengkonfigurasi PHP.INI
Copy D:\web_programs\php\php.ini-development (atau php.ini-production atau php.ini-recommended pada versi lama) dan rename sebagai D:\web_programs\php\php.ini.
Bila PHP.INI dikopi dari PHP.INI-DEVELOPMENT, maka sebagian besar directive sudah sesuai kebutuhan development. Tetapi harus diingat ini hanya setting sementara sehingga nantinya setiap directive harus dipelajari dan direview ulang (baca dokumentasi di php.net untuk setiap directive yang ada).
Karena program saya nanti akan menggunakan session maka satu-satunya directive yang saya ubah pada tahap ini adalah (Pastikan untuk membuat folder \tmp ):
session.save_path = “d:\web_programs\php\tmp”
5. Mengkonfigurasi HTTPD.CONF (Apache) Untuk Menjalankan Modul PHP
Untuk menggunakan PHP, apache dapat dikonfigurasi dengan dua cara. Cara pertama (tidak kita lakukan karena jarang disupport oleh web host karena issue keamanan) adalah menjalankan PHP sebagai CGI binary. Cara kedua (yang kita pilih) adalah menjalankan PHP sebagai modul Apache.
Pertama, update DirectoryIndex sehingga mengakomodasi file php kita (homepage). Umumnya homepage php diberi nama index.php/home.php/default.php/main.php tapi untuk alasan keamanan ada baiknya namanya tidak standard, misalnya satu.php.
<IfModule dir_module>
DirectoryIndex satu.php index.php index.shtmlindex.html index.htm
</IfModule>
Kedua, di bagian akhir file HTTPD.CONF kita tambahkan directive untuk menyertakan file yang kita beri nama httpd-myphp.conf. File text ini kita letakkan bersama file konfigurasi lainnya di /conf/extra:
Include conf/extra/httpd-myphp.conf
Kita membuat file konfigurasi untuk PHP dalam file terpisah untuk memudahkan pemeliharaan. Isi dari httpd-myphp.conf diantaranya adalah:
<IfModule env_module>
#SetEnv MIBDIRS “D:/web_programs/php/extras/mibs”
#SetEnv PHP_PEAR_SYSCONF_DIR “\\xampp\\php”
#SetEnv PHPRC “\\apache24\\php”
</IfModule>
#LoadFile “D:/web_programs/php/php5ts.dll”
#LoadFile “D:/web_programs/php/dev/php5.lib”
LoadFile “D:/web_programs/php/php5.dll”
LoadFile “D:/web_programs/php/libpq.dll
LoadModule php5_module “D:/web_programs/php/php5apache2_4.dll”
<FilesMatch “\.php$”>
SetHandler application/x-httpd-php
</FilesMatch>
<FilesMatch “\.phps$”>
SetHandler application/x-httpd-php-source
</FilesMatch>
<IfModule php5_module>
PHPINIDir “D:/web_programs/php”
</IfModule>
<IfModule mime_module>
AddType text/html .php .phps
</IfModule>
Setelah merubah HTTPD.CONF, restart Apache agar perubahan itu aktif. Restart Apache melalui ikon yang ada di kanan bawah (bila tidak ada, klik ikon ApacheMonitor di Task Bar):PHP_apacheRestart2

6. Test Apakah PHP Terinstal dengan Benar
Buatlah file php (misal satu.php) dan letakkan di “DocumentRoot”:
D:\web_programs\apache24\htdocs\satu.php
File satu.php bisa berisi sintaks php apa saja, tetapi untuk kebutuhan analisa saya menulis kode yang akan menampilkan informasi berkaitan dengan setting PHP. Kodenya sebagai berikut:
<?php phpinfo(); ?>
Sekarang saya akan membuka satu.php dengan browser, dengan mengetik localhost (atau localhost/satu.php bila satu.php tidak tercantum dalam DirectoryIndex). Harus tampil informasi PHP seperti ini:
PHP_DONE
7. Selanjutnya Apa?
Instal MySQL!
https://asepson.wordpress.com/software-development/membuat-web-berbasis-open-source/installing-php-as-apache-module/
Berikut Videonya

https://youtu.be/rrcMAtIgPt4

8. Instalasi Konfigurasi Web Server Pada Linux Debian

Install Dan Konfigurasi Web Server Di Debian 7

Web Server digunakan sebagai tempat kita meletakkan file-file web (html, php, dll) agar dapat diakses menggunakan web browser.

Sebelum melakukan konfigurasi WEB SERVER  pastikan IP Address dan DNS sudah di Konfigurasi, jika belum anda bisa melihat langkah-langkah konfigurasi ip address di debian  dan langkah-langkah installasi dan konfigurasi dns server di debian .

Install dan Konfigurasi Web Server

1 .Install apache2
root@rofiq:~# apt-get install apache2

2. Setelah menginstall apache2, selanjutnya kita akan membuat virtualhost untuk domain kita. Pertama masuk dahulu ke direktori konfigurasinya.

root@rofiq:~# cd /etc/apache2/sites-available 

3. Lalu kita copy default konfigurasinya agar kita tidak usah repot-repot mengetik konfigurasinya. Serta kita sesuaikan konfigurasinya.

root@rofiq:/etc/apache2/sites-available#  cp default rofiq

4. Setelah selesai kita copy kita buka file konfigurasi tadi dengan menggunakan perintah " nano rofiq ", selanjutnya tekan enter untuk melanjutkan.

root@rofiq:/etc/apache2/sites-available# nano rofiq

5. Kemudian tambahkan konfigurasi seperti yang ada didalam kolom gambar di bawah ini . kemudian simpan konfigurasi anda " Ctrl+x kemudian Y kemudian Enter " .

6. Selanjutnya kita akan mendisablekan file default dengan menggunakan perintah  " a2dissite default " untuk mendisble file default , kemudian tekan enter jika sudah .

7. Setelah mendisablekan file default kemudian kita aktifkan file rofiq. dengan menggunakan perintah " a2esite rofiq ' kemudian tekan enter untuk melanjutkannya.

8. Setelah kita mengaktifkan virtualHost selanjutnya kita buat direktori dan fie di direktori /var/www ( sesuaikan DocumentRoot )

root@rofiq:~# cd /var/www
root@rofiq:/var/www# mkdir rofiq
root@rofiq:/var/www# cp index.html rofiq/
root@rofiq:/var/www# cd rofiq

9. lalu kita edit index.html agar tampilan sesuai keinginan kita.

root@rofiq:/var/www/rofiq# nano index.html

10. Setelah selesai , Jangan lupa untuk merestart apache2 dengan menggunakan perintah 
" service apache2 restart  " atau bisa menggunakan perintah " /etc/init.d/apache2 restart "

root@rofiq:/var/www/rofiq# service apache2 restart

11. Lalu coba kita buka domain kita dengan menggunakan perintah " w3m rofiq.net " atau bisa menggunakan perintah " www-browser rofiq.net ". ( jika sudah berhasil maka tampilan konfigurasi web tadi akan muncul di web )

root@rofiq:/var/www/rofiq# w3m rofiq.net
https://blogger-mycomputer.blogspot.com/2015/04/install-dan-konfigurasi-web-server-di.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar